BeritaMP Wale: Fiji Harus Abaikan Protes Indonesia Soal ULMWP

MP Wale: Fiji Harus Abaikan Protes Indonesia Soal ULMWP

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Anggota Parlemen dan Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon, MP Matthew Wale menyarankan kepada Pemerintah Fiji agar menolak protes yang dilayangkan Pemerintah Indonesia belum lama ini.

Pernyataan itu disampaikan Wale kepada suarapapua.com pada, Rabu (9/3/2023) lantaran protes pemerintah Indonesia atas pertemuan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda dan Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabu belum lama ini di Nadi, Fiji.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan pihaknya yang pertepatan dengan retreat para pimpinan Pacific Islands Forum (PIF) di Nadi Fiji itu, PM Fiji menyatakan akan mendukung ULMWP untuk menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group atau MSG) dalam pertemuan MSG akhir tahun 2023.

Baca Juga:  Mahasiswa Papua Minta Presiden Jokowi Copot Jabatan Pangdam XVII/Cenderawasih

“Fiji harus mengabaikan protes dari Indonesia, [karena] MSG didirikan untuk dekolonisasi bangsa-bangsa Melanesia,” tegas Wale melalui pesan elektronik dari Honiara, kepada suarapapua.com.

Ia lalu menyatakan bahwa dirinya mendukung penuh ULMWP menjadi anggota penuh Melanesian Speardhead Group dan Indonesia dikeluarkan dari MSG.

“Saya mendukung upaya ULMWP untuk menjadi anggota penuh MSG, dan Indonesia harus dikeluarkan dari MSG,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam postingan twiter Wale memuji kepemimpinan Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka. Lantas ia menantang Perdana Menteri PNG James Marape dan Perdana Menteri Solomon Islands Manasseh Sogavare.

“Kepemimpinan yang luar biasa dari PM Fiji Rabuka. Sekarang mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh Marape dan Sogavare. Saatnya memperbaiki yang salah dan mengakui ULMWP sebagai anggota penuh MSG. Tidak ada alasan lagi!” tegas Wale.

Baca Juga:  Dua Hari GCC, PM Rabuka: Jadilah Pemimpin Adat Bagi Semua Warga Fiji

Sebelumnya, Jubir Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah menyatakan pemerintah menyampaikan protes keras atas pertemuan PM Rabuka dengan seorang pemimpin separatis Papua.

Nota diplomatik itu disampaikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kepada pihak Fiji pada 23 Februari 2023.

Dalam nota diplomatik itu pihaknya menyampaikan kekecewaanya yang mendalam atas pertemuan PM Fiji dan Benny Wenda.

Baca Juga:  Jawaban Anggota DPRP Saat Terima Aspirasi FMRPAM di Gapura Uncen

Indonesia sendiri saat ini berstatus sebagai Asossiate Member di MSG, sementara United Liberation Movement for West (ULMWP) berstatus sebagai observer.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Ribuan Data Pencaker Diserahkan, Pemprov PBD Pastikan Kuota OAP 80 Persen

0
“Jadi tidak semua Gubernur bisa menjawab semua itu, karena punya otonomi masing-masing. Kabupaten/Kota punya otonomi begitu juga dengan provinsi juga punya otonomi. Saya hanya bertanggung jawab untuk formasi yang ada di provinsi. Maka ini yang harus dibicarakan supaya apa yang disampaikan ini bisa menjadi perhatian kita untuk kita tindaklanjuti. Dan pastinya dalam Rakor Forkopimda kemarin kita juga sudah bicarakan dan sepakat tentang isu penerimaan ASN ini,” ujarnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.