Masyarakat Dihimbau Hentikan Aktivitas Sementara Saat Iring-iringan Jenazah Alm. LE Melintas

0
705

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Masyarakat diminta untuk menghentikan aktivitas untuk sementera ketika jenazah alm. Lukas Enembe, mantan Gubernur Papua lewat dengan iringi-iringan di sepanjang jalan dari Sentani hingga Koya.

Hal ini disampaikan Kapolres Jayapura di hadapan media saat menyampaikan rencana prosesi kedatangan jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, di ruang Comand Center Polres Jayapura.

Sesuai dengan hasil rapat atau pertemuan dengan Forkopimda Papua, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.IK. MH, presiden GIDI Dorman Wandikbo, dan Ketua FKUB Prov. Papua Pdt. Lipius Biniluk.

Untuk menghormati jenazah Almarhum masyarakat diminta menghentikan aktivitas sementara saat iring – iringan melintas setelah itu dapat kembali beraktivitas seperti biasanya, yang mana rute yang akan dilalui diantaranya dari Bandara Sentani menuju tempat persemayaman jenazah di STAKIN Sentani dan berlanjut ke Koya.

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, mengatakan dalam prosesi iring – iringan kita semua masyarakat khususnya Kabupaten dan Kota Jayapura sebagai wujud penghormatan kepada beliau agar menghentikan sejenak aktivitas saat iring – iringan melintas,” kata AKBP Fredrikus dalam rilisnya, rabu (27/12/2023)

ads

“Rencana kedatangan jam 9, kemudian ke STAKIN untuk mengikuti prosesi yang akan dilaksanakan Pemerintah Provinsi dan juga dari pihak gereja, setelah itu rencananya iring – iringan bergeser dari STAKIN ke Koya Koso sekitar jam 12 siang,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan yang diizinkan menjemput sesuai pertemuan tadi adalah para Pendeta dan Mahasiswa, jemaat atau pun masyarakat dapat menunggu langsung di komplek Stakin untuk wilayah Kabupaten, sedangkan untuk wilayah Kota dan Keerom itu langsung menunggu di kediaman beliau yang di koya untuk mempermudah prosesi yang sudah disusun oleh pihak Gereja dalam hal ini Gereja GIDI dan Pemerintah Provinsi Papua.

Baca Juga:  Menolong Perjuangan Hak Orang Papua, Pilot Philip Mehrtens Harus Dibebaskan!

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat jangan terpancing dengan segala isu – isu yang beredar, sudah ada statmen dari Ketua atau Presiden GIDI dan juga dari pihak keluarga kita hormati itu,” jelas Kapolres Jayapura.

Masyarakat Tidak Menumpuk di Bandara Sentani

Demi mengantisipasi gangguan Kamtibmas Polres Jayapura, Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen mengatakan, pihaknya menyiagakan 500 personil saat prosesi penjemputan jenasah mantan Gubernur Papua Alm. Lukas Enembe.

“Untuk situasi Kab. Jayapura hingga saat ini masih aman, kondusif dan aktivitas berjalan normal, tentunya ini kita harapkan juga saat nanti kedatangan jenasah beliau, kemungkinan besar besok 28/12/2023 agar kondisi ini tetap terjaga hingga prosesi pemakaman,”

Baca Juga:  ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe, Pemimpin dan Tokoh Peradaban Papua

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk penjemputan yang akan berlangsung di Bandara Internasional Sentani kemudian akan disemayamkan di STAKIN (depan Batalyon 751) dan berlanjut ke Koya Koso.

“Kami sarankan Untuk pelayat yang ingin menjemput beliau, menghindari penumpukan massa di Bandara Sentani sehingga tidak menggangu operasional dan bisa menyambut beliau di tempat persemayaman. Kita kawal prosesi hingga dapat berjalan aman dan lancar, mari kita jaga nama baik beliau apa yang sudah beliau karyakan di tanah Papua ini bisa menjadi catatan penting bagi kita yang sementara ini masih menikmati,” ujarnya

“Tentunya nanti kalo lihat ada banyak aparat jangan khawatir jangan underestimate, kita ada dan hadir untuk menjamin aktivitas itu dapat berjalan aman dan lancar,” ujarAKBP Fredrickus.

Pewarta: Yance Wenda

Artikel sebelumnyaKNPB Menyatakan Kematian Enembe Adalah Kemenangan Oligarki
Artikel berikutnyaJenazah LE Singgah di STAKIN Sentani Sebelum ke Koya