Hingga Hari ke Sembilan, Peluru Aparat Indonesia Masih Bersarang dalam Tubuh Korban

406

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Delian Pekei (20) korban yang ditembak aparat indonesia di kampung Oneibo, Deiyai Papua pada 1 Agustus 2017 lalu hingga saat ini, memasuki hari ke sembilan belum dilakukan operasi untuk keluarkan peluru dan peluru masih bersarang di dalam tubuhnya.

Dokter Donald Aronggear mengetakan pihaknya tidak bisa mengambil tindakan cepat karena aliran darah dalam tubuh korban belum normal. Selain belum normal, korban juga butuh penambahan darah.

“Kami tidak bisa mengambil tindakan untuk mengeluarkan peluruh dari dalam tubuhnya selama pasien tersebut masih membutuhkan penambahan darah. Darah korban, pasien Delian Pekei masih belum stabil dan masih terus bergerak. Sehingga butuh penanganan lagi sampai darahnya normal, baru bisa dioperasi untuk peluruhnya dikeluarkan dari dalam tubuhnya,” kata dokter Aronggear di RS Dok II, Jayapura saat dikunjungi beberapa anggota DPR Papua, Rabu (9/8/2017).

Kata dokter Aronggerar, pihaknya bisa saja ambil tindakan untuk melakukan operasi. Namun hal itu tidak bisa dilakukan mengingat kondisi aliran darah dan ketersediaan darah dalam tubuh yang meragukan.

“Kami meragukan nasib pasien kalau kami dipaksakan operasi sekarang. Jadi kami harus tuunggu sampai kondisi darah dalam tubuh normal,” kata Aronggera, ucap Laurenzus Kadepa menirukan penyampaian dr. Aronggear.

Sementara itu, anggota komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa usai mengunjungi kedua pasien yang sedang dirawat di RS Dok II mengatakan, kedua korban atas nama Delian Pekey (20) menderita patah kali diduga akibat kena tembakan dari aparat Indonesia dan Yohanes Pakage (21) mengalami luka di paha dan kaki akibat kena tembakan masih dirawat di RS Dok II.

“Kami anggota DPRP, Nason Utty, Sekretaris Komisi V bidang kesehatan, Deki Nawipa, legislator Dapil III Meepago, dan Laurenzus Kadepa, Anggota Komisi I DPR Papua, telah dipandu oleh dr. Donald Aronggear, yang adalah salah satu dokter senior dan terbaik di Papua. Kami berpesan, tolong ditangani baik, untuk penembakan di Deiyai, 1 Agustus 2017 cukup satu tewas ditembak Brimob, jangan tambah lagi. Yang korban luka-luka harap tidak lagi meninggal,” ketanya usai mengunjungi RS Dok II.

Kadepa mengajak seluruh lapisan masyarkat agar mendokan para tim medis yang sedang tangani dua pasien tersebut agar semua proses dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Mari kita doakan para petugas medis dan dokter yang sedang menangani pasien,” ajak Kadepa.

Pewarta: Arnold Belau