Argapura Cup U-18 Usai, Jaring Banyak Pemain Muda Papua

0
941
Pembukaan turnamen Argapura Cup 2018. (IST- SP)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Tidak sia-sia turnamen Argapura Cup U-18 tahun 2018 yang digelar sebagai rangkaian peringatan HUT ke-108 Kota Jayapura. Buktinya, tidak sedikit bibit muda Papua tampilkan skill mumpuni selama bertanding di lapangan Berg En Dal, Argapura.

Seturut harapan Walikota Benhur Tomi Mano saat menyampaikan sambutan pembukaan, Jumat (16/2/2018) lalu, ketua panitia turnamen Argapura Cup U-18, Lambertus Fonataba juga mengaku puas karena tujuan diadakannya turnamen ini sudah sukses digapai.

Sukses tidak hanya setelah dengan aman dan lancar berlangsung hingga partai puncak yang dimenangkan SSB Batik, justru banyak pemain muda tampil memukau di turnamen ini.

Fonataba melihat adik-adik selama ini terus latihan tanpa ada event atau turnamen untuk menampilkan bakat mereka, maka pihaknya tergerak hati untuk adakan Argapura Cup U-18.

“Kita wadahi pemain muda dorang bisa salurkan bakat bermain sepakbola, dan memang banyak adik yang layak diseleksi untuk perkuat tim profesional,” kata Fonataba usai penutupan turnamen.

Ia sejak awal memang optimis bahwa lewat turnamen ini dapat menemukan nama-nama pemain yang nantinya bisa direkomendasikan untuk memperkuat tim Persipura U-19 maupun tim senior. Bahkan ke klub profesional di Liga Indonesia  bila nanti ada yang meliriknya.

Selain itu, targetnya adalah persiapan tim sepakbola PON Papua tahun 2020. Sebab kata Fonataba, rata-rata pemain yang tampil di turnamen ini berada di usia produktif.

“Tentunya sudah dipantau kemampuan para pemain yang sudah berlaga di turnamen Argapura Cup,” ujarnya.

Diakui, Persipura Jayapura sebagai tim bersejarah dari ibukota provinsi Papua, sudah mencatat prestasi gemilang di persepakbolaan Indonesia. Tak hanya pemain asli Kota Jayapura, tim Mutiara Hitam dari jaman ke jaman telah diperkuat oleh anak-anak dari hampir semua daerah di tanah emas ini.

Persipura dan Argapura punya catatan sejarah tersendiri. Lapangan Argapura, kata Mano, telah mencatat sejarah dengan melahirkan pemain-pemain berbakat yang pernah membela Persipura. Beberapa pemain besar seperti Barnabas Youwe, Gasper Sibi, Yafet Sibi dan masih banyak nama dari Vanggasgu yang telah memperkuat tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura.

“Lapangan ini punya sejarah bagi kota ini. Dari lapangan ini sudah banyak pemain terkenal yang bermain untuk Persipura dilahirkan. Persipura kini berjaya karena adanya lapangan ini, karena ada anak-anak dari sini. Kita harus lanjutkan,” ujar Mano.

Walikota yakin ada banyak anak muda lahir dari turnamen ini. Mereka selanjutnya bisa disiapkan dengan baik untuk kemudian dipantau tim pemandu bakat agar direkrut ke Persipura junior maupun senior. Bila perlu diseleksi untuk tim Pra-PON Papua tahun depan. Papua tuan rumah penyelenggaraan PON XX 2020.

“Ada tim talent scouting yang hadir memantau pemain supaya nanti bisa rekrut ke Persipura U-19. Jadi, harapan kami, dengan ajang turnamen ini kita bisa mendapatkan bibit pemain yang bagus untuk kita siapkan nantinya,” tutur Mano.

Sejalan dengan itu, Fonataba akui maksud dari turnamen ini yakni wadah pengembangan klub dan sekolah sepak bola di Kota Jayapura dan umumnya di wilayah adat Tabi.

Dalam beberapa tahun terakhir diakuinya memang kurang banyak turnamen sepak bola kelompok umur  yang diselenggarakan di Kota Jayapura. Oleh karena itulah pemuda Argapura yang tergabung dalam  senior PSK bermaksud membuat ajang ini sekaligus sebagai wadah mengembangkan kualitas sepak bola  di Kota Jayapura.

“Turnamen ini sarana pengembangan bibit-bibit muda sepak bola menuju PON 2020 dan  juga persipura U-19,” ucapnya.

Tentu juga ada tujuan lain, sebut Fonataba, diadakan dalam rangka mengurangi pengaruh negatif seperti miras dan Narkoba yang marak di Kota Jayapura, khususnya di wilayah Kelurahan Argapura.

Benhur Tomi Mano yang juga Ketua Asprov PSSI Papua mengharapkan turnamen seperti ini terus dilanjutnya tiap tahun. Ia bahkan setuju bila diakomodir pemerintah daerah melalui dinas terkait sebagai event tahunan.

Fonataba juga usul, turnamen ini diadakan tiap tahun sebagai agenda Asprov PSSI Papua.

Otniel Meraudje, sekretaris panitia turnamen Argapura Cup U-18, sepakat dengan usulan tersebut.

Kegiatan Positif

Penyelenggaraan turnamen Argapura Cup disambut banyak pihak. Kapolres Jayapura bahkan menyampaikan apresiasi atas terlaksananya turnamen sepakbola ini.

“Kami sangat setuju sebab ini satu kegiatan yang positif terutama di lingkungan generasi muda yang ada di daerah Argapura dan sekitarnya, bahkan seluruh Jayapura. Ada manfaat besar yakni memajukan olahraga dan mencari potensi-potensi unggul generasi muda Papua,” kata AKBP Gustav Robby Urbinas.

Selain itu, Kapolres juga sepakat dengan turnamen Argapura Cup untuk ajak anak-anak bermain sepakbola. Itu kegiatan positif. Sebab jika itu tidak diwadahi, sudah tidak sedikit anak muda terlibat dengan aktivitas negatif seperti mabuk alkohol, aibon, seks bebas, dan masalah sosial lainnya.

“Kita punya adik-adik harus diwadahi dengan baik, tentunya melalui bermain bola, itu salah satu cara. Itu satu kegiatan yang sangat bagus. Kami kepolisian tetap kawal dan sangat mendukung,” ujar Gustav.

Kapolres ingatkan, generasi muda Papua harus menata masa depan baik. Mengisi waktu dengan banyak hal positif. Selain tentunya ke sekolah dan belajar sebagai tugas pokok.

“Saran kami, adik-adik harus jauhkan diri dari hal-hal kurang baik. Ikut pengaruh negatif tidak ada manfaatnya. Lebih baik kejar cita-cita masa depan dengan tetap rajin belajar,” pesan Urbinas.

Grand Final

Di laga final, Sabtu (9/3/2018) sore, dua tim kuat: SSB Batik versus Tunas Muda Hamadi, beradu nasib.

Meski sempat diguyur hujan pada babak kedua, tidak menurunkan tensi permainan. Dibawah guyuran hujan para pemain kedua tim justru bermain ngotot untuk bisa mencetak gol.

Dewi fortuna lebih memihak SSB Batik. Tim asuhan Thomas Madjar akhirnya menangkan partai puncak Argapura Cup U-18 yang berlangsung di lapangan Argapura.

Kemenangan bagi tim asal Cigombong ini ditentukan oleh Wulf Horota pada menit 36. Para pemain, pelatih dan official SSB Batik langsung luapkan kegembiraannya setelah menjuarai turnamen ini.

Sang juara berhasil memboyong piala bergilir dan piala tetap serta uang pembinaan Rp20 juta. Juara dua Tunas Muda Hamadi mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp15 juta. Tuan rumah PS Kayo Pulau selaku tuan rumah raih juara tiga dengan hadih uang pembinaan Rp10 juta. Sedangkan, juara empat, PS Cenderawasih diberikan uang pembinaan Rp5 juta.

Panitia juga umumkan top-scorer dari turnamen ini adalah Dendra Fonataba. Pemain PSK ini berhasil cetak 9 gol. Sementara, Edgar Youwe dinobatkan sebagai pemain terbaik. Dan, PS Injros tim fair play.

Jalannya pertandingan final ini menjadi hiburan tersendiri bagi semua penggemar sepak bola yang hadir memadati lapangan Argapura.

Berlangsung selama tiga pekan sejak dibuka oleh Wali Kota Jayapura pada Jumat (16/2/2018), turnamen ini diikuti 12 tim dan SSB, antara lain 11 tim dari Kota Jayapura dan 1 tim lainnya dari Kabupaten Jayapura. Dibagi dalam dua Pool yakni A dan B. Masing-masing pool terdapat 6 tim, dengan sistem setengah kompetisi. Pool A (PSK Kayu Pulo, Putra Manuai, RBC SPN, Putra Pasifik, PS Cenderawasih, PS Kus-Kus). Pool B (Tunas Muda Hamadi, SSB Batik, Asasi FC, Orion, Emyc FC, dan Injros FC).

Pewarta: CR-4/SP
Editor: Arnold Belau

print