Hon. Benny Wenda dan Hon. Ralf Regenvanu ketika foto bersama usai disambut Wakil Presiden Kenya, di Nairobia Kenya, tempat KTT ke-9 dilaksanakan. (Dok. GPAN)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Benny Wenda, Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bersama Menteri Luar Negeri Vanuatu, Hon. Ralph Regenvanu menghadiri KTT ke-9 African Caribian dan Pacific (ACP) di KICC Nairobia, Kenya pekan kemarin.

Wakil Presiden H.E Dr. William Ruto menyambut semua delegasi dan menjadi duta Swahili.

KTT Kelompok Negara Karibia Afrika dan Pasifik yang diadakan di Nairobi telah memperbarui harapan negara-negara ACP untuk diintegrasikan ke dalam Uni Afrika.

Dalam laporan yang ditulis di situs resmi Global Pan Africa Network (GPAN) gpanreunification.org menyatakan bahwa momen ini adalah waktu yang tepat bagi Afrika untuk mendukung Dekolonisasi Papua Barat dan mengambil langkah agar mengakhiri Genosida terselubung di Papua Barat.

KTT ini merupakan kesempatan bagi Kenya untuk melawan kolonialisme Indonesia di Papua Barat.

Situs GPAN juga mengakui lebih dari 500.000 orang Papua terbunuh dalam invasi militer Indonesia ke Papua Barat dan saat ini setiap hari orang-orang Papua dimasukan penjara karena menyatakan keinginan mereka untuk merdeka.

Hanya dengan mengibarkan bendera bintang fajar, orang Papua Barat bisa difonis 15 tahun penjara.

Waktunya telah tiba bagi dunia untuk menanggapi kekejaman Indonesia terhadap orang-orang keturunan Afrika di Papua Barat.

KTT ACP ke-9 sendiri telah lalui sejumlah program, sejak tanggal 6-8, seperti investasi dusun (Eksibisi), pertemuan bisnis, perempuan dan anak muda di negaera-negara ACP dan tanggal 9-10 adalah pertemuan kepala negara dan pemerintahan.

 

Editor: Elisa Sekenyap