PASTI: Papua akan Sejahtera Tanpa Indonesia!

12
112

Oleh: Victor F. Yeimo)*

Satu kata yang tepat untuk mewakili keyakinan terpendam bangsa Papua dalam penjajahan Indonesia adalah kata “PASTI” yang merupakan singkatan dari “Papua Akan Sejahtera Tanpa Indonesia”.

Pasti atau yakin (confident) bahwa Papua akan sejahtera tanpa Indonesia. Lahir dari kesadaran pada realitas dan keyakinan pada perjuangan. sebagai makluk berpikir dan berimajinasi.

Kesadaran bahwa Indonesia sedang pertahankan Papua dengan dalil “kesejahteraan”: Yang bertujuan memberi akses ekonomi bagi pendatang dan investasi kapitalis menguasai dan menguras Papua.

Jembatan Yotefa mempermudah akses ekonomi para pendatang yang kini mulai menjejerkan kios-kios sepanjang teluk Yotefa. Sementara orang Papua dibiusi dengan kegagahan jembatan yang tiap saat menelan korban jatuh.

Atau Freeport yang berhasil memiskinkan orang Papua di Mimika dengan predikat peringkat pertama kabupaten termiskin di Indonesia menurut BPS. Yang mensejahterai TNI POLRI, 80% karyawan non Papua, dan penguasa Indonesia dan AS.

Lalu manusianya setiap hari mati oleh limbah tailing Freeport, peluru TNI Polri dan milisi sipil non Papua. Kampung Banti di bawa kaki gunung yang dikeruk Freeport saja tidak ada akses listrik dan air bersih. Lalu orang Papua dipaksa puas dengan divestasi 51% saham Freeport.

Sejahtera itu bukan berapa uang dan kedudukan yang di dapat dalam kekuasaan Indonesia. Sejahtera itu bukan kesaunggupan orang Papua habiskan uang untuk beli produk kebutuhan primer, sekunder dan tersier milik penjajah. Indikator kesejahteraan yang paling dasar adalah terpenuhinya harapan hidup manusia Papua. Masihkah ada harapan orang Papua hidup berkembang dan akan tetap menjadi penghuni dan penguasa tanah airnya?

Skandinavia dan Vanuatu adalah contoh negara dengan urutan index kebahagiaan tertinggi di dunia. Bukan karena kekayaan alam, pembangunan jembatan, bangunan yang mewah, tingkat pendapatan ekonominya. Tetapi karena penghargaan terhadap kemanusiaan, tentang nilai hidup yang tidak konsumtif, tentang ketentraman antar keluarga, suku dan bangsanya. Prioritas jaminan kesehatan dan pendidikan gratis, dll.

Syarat utama kesejahteraan adalah kebebasan, yang merupakan hak fundamental setiap bangsa manusia. Hak untuk memilih dan menentukan nasib politik dan ekonominya sendiri, hak demokratis. Tanpa itu, ibarat hewan piaraan dalam kandang yang diberi makan sambil menunggu persembelian. Ibarat bergaya dalam penjara.

Ketika Papua Merdeka, lepas dari kendali dan ikatan ekonomi politik kolonial dan kapitalis, rakyat Papua PASTI:

  1. Menemukan jati dirinya sebagai manusia yang setara dengan bangsa lain di dunia
  2. Menata landasan berbangsa dan bernegara
  3. Membangun kembali ikatan sosial budaya antar keluarga, klan, suku bangsa
  4. Menetapkan sistem politik yang demokratis, yang menjamin keinginan politik semua suku bangsa Papua.
  5. Pembangunan SDM berkarakter (menghapus sisa-sisa watak dan karakter warisan kolonial)
  6. Mengambil kembali kendali terhadap sumber-sumber ekonomi, memanfaatkan secukupnya, dan membangun sistem ekonomi kerakyatan.
  7. Dan seterusnya, menuju Pembebasan, bukan demi segelintir elit negara tetapi untuk rakyat seutuhnya.

PASTI Adalah keyakinan dan solusi atas ketertindasan bangsa Papua. Selama kolonialisme yang didukung nafsu ekploitasi SDA masih bercokol, setiap hari bagi orang Papua adalah tragedi kemanusiaan. Tarulah PASTI dalam perjuangan sebagai giroh demi pembebasan bangsa Papua.

)* Penulis adalah Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB)