Semua Orang di Meepago Dilarang Melintas Jalan Trans Papua

0
2155

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai sudah lakukan yang terbaik untuk mengantisipasi masuknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ke wilayah Meepago, meski akhirnya palang Jalan Trans Papua di Kilo Meter 130 hingga KM 143 dibuka paksa oknum pemuda dan oknum anggota kepolisian.

Elias Anouw, ketua DPRD Dogiyai, mengatakan, karena solusi membentengi daerah dan masyarakat telah digagalkan oknum tak bertanggungjawab, selanjutnya tugas semua orang yakni tinggal di tempat, tidak melakukan perjalanan darat dari Nabire ke pedalaman (Dogiyai, Deiyai dan Paniai) maupun sebaliknya.

“Kita jangan anggap remeh dengan virus Corona, karena penyebarannya sangat cepat dan jumlah korban terus meningkat. Karena itu, kami harap masyarakat sementara waktu tidak boleh pulang dan pergi di jalan trans. Kita semua hindari penularan virus mematikan ini,” ujarnya, Minggu (12/4/2020).

Baca Juga: Palang Jalan Trans Papua, SWAMEMO: Ini Misi Mulia, Semua Harus Dukung!

Ia menerangkan tindakan DPRD Dogiyai memalang jalan trans Papua di KM 130 tak lain adalah upaya penting demi semua orang di wilayah Meepago selamat dari ancaman pandemi Covid-19.

ads
Baca Juga:  Freeport Bersihkan Dampak Longsor, Gereja Banti Dua Kembali Aktif

“Virus ini sudah merenggut nyawa manusia di seluruh dunia. Provinsi Papua juga sudah terjangkit, positif 61 orang. Itu data resmi sampai kemarin, hari Sabtu 11 April 2020 Pukul 19.15 WIT. Belum termasuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Ini artinya, penyebarannya sangat cepat,” tuturnya.

Baca Juga: DPRD Dogiyai Pimpin Rakyat Palang Jalan Trans Papua

Tim Satgas terpadu dengan posko di KM 100 Siriwo diharapkan kerja maksimal. Meski banyak dikeluhkan para petugas soal tiadanya alat pelindung diri (APD). Hal berikut, kendaraan tertentu bisa dilewatkan, lebih banyak oknum pejabat daerah.

Mempertimbangkan fakta tersebut, DPRD Dogiyai sepakat untuk palang jalan di KM 130 hingga KM 143.

“Niat baik kami digagalkan oleh pihak lain yang mau supaya Meepago cepat terkena virus Corona dan kalau sampai ada kasus terinfeksi bisa terancam semua orang,” ucapnya bernada kecewa sekaligus prihatin.

Baca Juga:  Semua Pihak di Intan Jaya Sepakat Tolak Eksploitasi Blok Wabu dan Hentikan Pembangunan Patung Yesus

Baca Juga: Warga Meepago Kutuk Pelaku Pembuka Palang Jalan Trans

Tindakan membuka palang jalan tak diterima DPRD Dogiyai, juga semua pihak yang menghendaki virus mematikan itu tak menyebar ke wilayah Meepago.

“Membuka palang semaunya itu tindakan sengaja membuka maut bagi manusia di wilayah Meepago. Kami palang jalan trans dengan tujuan menutup pintu penyebaran virus Corona. Tetapi ada saja oknum tertentu berniat jahat. Oknum pelaku itu pemusnah manusia di Meeuwodide,” ujar Agustinus Tebai, ketua Komisi A DPRD Dogiyai.

Tebai menegaskan, pemalangan dilakukan sesuai aspirasi rakyat Meepago.

“Kami bertindak atas dasar aspirasi rakyat Meepago bahwa jalan trans harus ditutup sampai wabah Corona selesai. Tetapi ada banyak oknum yang ingin manusia Meeuwodide musnah,” sesalnya.

Baca Juga: Semua Akses Transportasi di Wilayah Meepago Ditutup

Setelah palang jalan digagalkan oknum tak sadar diri dengan bahaya pandemi Covid-19, DPRD Dogiyai mendesak para pejabat dari Dogiyai, Deiyai dan Paniai memberikan contoh yang terbaik agar dapat diikuti oleh rakyat setempat.

Baca Juga:  Bertamasya ke Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya Abepura

“Para pejabat daerah dari Meepago wajib memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan terhadap virus Corona. Harus kasih contoh yang terbaik kepada masyarakat. Jangan hanya naik dan turun Nabire tanpa alasan dan tujuan yang jelas,” ujar Tebai.

Baca Juga: Tim Satgas Deiyai Palang Dua Jalan

Desakan lain, para bupati harus perketat wilayah-wilayah yang rawan masuk Covid-19.

“Misalnya di kabupaten Deiyai adalah perbatasan Mimika dan Deiyai, tepatnya distrik Kapiraya. Dari Mimika bisa masuk ke Deiyai, sehingga itu harus diperketat.”

Untuk kabupaten Dogiyai, imbuh Agus, jalur Kapiraya dan Kamuu Selatan serta Kaimana dan Sukikai Selatan.

“Dua tempat ini harus diperketat supaya virus Corona jangan masuk ke kabupaten Dogiyai,” tegasnya.

Baca Juga: Jalan Trans Nabire-Paniai Ditutup

Selain itu, DPRD Dogiyai juga mendesak para bupati di wilayah Meepago agar mengefektifkan tim gugus tugas Covid-19 untuk sosialisasikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk yang mudah dipahami agar semua bisa mencegah virus mematikan itu.

Pewarta: Markus You

Artikel sebelumnyaCegah Covid-19, Warga Dekai Palang Jalan Menuju Logpon
Artikel berikutnyaBelasan Orang Tiba di Nabire Menambah Kepanikan