Lima Negara Mikronesia Ancam Keluar Dari PIF

0
1576
Presiden Kepulauan Marshall, David Kabua (kiri), Palau, Tommy Remengesau (tengah) dan Nauru, Lionel Aingimea. (Disediakan - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Menteri Luar Negeri Tuvalu menyebut ancaman Mikronesia untuk meninggalkan Forum Kepulauan Pasifik sangat mengkhawatirkan.

Ancaman itu dikeluarkan ketika pertemuan kepala-kepala negara dari Palau, Nauru, Kiribati, Negara Federasi Mikronesia, dan Kepulauan Marshall dalam komunike awal bulan ini.

Pernyataan itu muncul di akhir KTT Pemimpin Mikronesia dan mengatakan lima negara akan meninggalkan Forum jika calon mereka untuk Sekretaris Jenderal kelompok regional tidak diberi peran.

Baca Juga:  Masyarakat Sipil dan Gereja di Pasifik Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk West Papua - Kanak

Mereka mengakui, awalnya ada indikasikan telah adanya ‘persetujuan yang terhormat’ bahwa Sekretaris Jenderal PIF berikutnya akan berasal dari Mikronesia.

Simon Kofe. (RNZ Pacific Jamie Tahana – SP)

Setelah Konferensi Menteri Luar Negeri Pasifik minggu ini, ketua pertemuan, Simon Kofe dari Tuvalu, mengatakan bahwa situasinya tidak menguntungkan.

ads

“Itu adalah sesuatu yang akan diperhatikan oleh para pemimpin. Kami tentu sangat prihatin dengan ancaman dari Mikronesia untuk menarik diri dari Forum.”

Sekjen PIF, Dame Meg Taylor dari Papua Nugini telah mengakhiri masa jabatannya pada bulan Januari.

Baca Juga:  FLNKS Menegaskan Kepada Presiden Macron Tentang Tekad Mereka Untuk Merdeka Dari Prancis

Penggantinya diharapkan akan diumumkan bulan depan.

Simon Kofe mengatakan proses tersebut merupakan tantangan, tetapi yang terpenting tujuannya adalah untuk menjaga solidaritas di wilayah tersebut.

Meskipun dia tidak memberikan perincian tentang proses pemilihan, Kofe mengatakan ada minat besar dari negara-negara anggota yang memperebutkan posisi tersebut.

“Prosesnya akan ditentukan oleh para pemimpin, tetapi dalam hal tanggal, kami melihat pada November. Mayoritas anggota telah menyatakan preferensi mereka untuk minggu pertama November.”

Baca Juga:  Aliansi LSM Pasifik Mengutuk Prancis Atas 'Pengkhianatan Terhadap Penduduk Kanaky'

Kofe mengatakan, negara-negara anggota diharapkan memberikan pilihan mereka pada pemilihan sekretaris jenderal baru sebelum akhir pekan.

Dame Meg Taylor, Sekjen PIF. (Sekretariat PIF – SP))

Posisi tersebut adalah salah satu dari dua masalah utama yang dibahas pada konferensi para Menteri Luar Negeri Pasifik minggu ini.

Kofe mengatakan diskusi juga berpusat di sekitar pandemi Covid-19. (*)

SUMBERRadio New Zealand
Artikel sebelumnyaPrancis Kembali Didesak Menjadi Aktor Dekolonisasi Kaledonia Baru
Artikel berikutnyaFreddy Waromi Yakin West Papua akan Merdeka Pada Saatnya