ArtikelNama Besar Persipura akan Hilang?

Nama Besar Persipura akan Hilang?

Oleh: Yali Silak
*) Alumnus Unipa Manokwari, Penggemar Tim Persipura

Persipura Jayapura dengan empat bintang di dada. Layak sematkan baret Jenderal Sepakbola Indonesia. Tercatat dengan tinta emas, Persipura adalah salah satu tim besar di tanah air Indonesia, bahkan Asia pada umumnya.

Tim kebanggaan masyarakat kota Jayapura, juga masyarakat Papua ini sekarang sedang terpuruk di dasar klasemen sementara dengan hanya mengumpulkan 8 poin. Lantas, apakah Persipura akan turun ke Liga 3 atau tetap bertahan di Liga 2?.

Ini menjadi topik bahasan pengamat sepak bola Indonesia dan para penggemar Persipura dalam beberapa hari terakhir.

Siapapun tahu kejayaan Persipura selama beberapa dekade di level tertinggi sepak bola Indonesia. Memang, Persipura adalah tim besar yang memiliki 4 bintang di dada. Persipura menjuarai Liga Super Indonesia tahun 2004, 2009, 2011 dan 2013. Pernah pula menjuarai Inter Island Cup tahun 2011, dan Indonesia Soccer Championship tahun 2015.

Baca Juga:  Politik Praktis dan Potensi Fragmentasi Relasi Sosial di Paniai

Persipura bahkan sempat juga membawa nama baik negara Indonesia di kancah internasional, yakni ketika menembus perempat final AFC Cup 2014.

Siapa yang tidak kecewa melihat kiprah Persipura di Liga 2 musim ini hancur, meski dulu pernah punya torehan prestasi membanggakan. Tentu masyarakat Papua sangat berharap agar Persipura harus kembali ke Liga 1 Indonesia. Tetapi apalah daya, di luar dugaan, Persipura kini masih terpuruk di dasar klasemen Liga 2.

Oleh sebabnya, mari kita renungkan perjalanan kesebelasan berjuluk Mutiara Hitam di kompetisi musim 2023/2024 ini.

Baca Juga:  Orang Papua Harus Membangun Perdamaian Karena Hikmat Tuhan Meliputi Ottow dan Geissler Tiba di Tanah Papua

Sebelum kompetisi digulirkan, Persipura mengumpulkan pemain seadanya tanpa sponsor yang jelas. Pelatih rela datang untuk membantu tim agar kembali ke Liga 1, dan setiap masyarakat Papua sangat merindukan untuk kembali berjaya di Liga 1 musim depan.

Sayang, semua impian itu hampir terkubur di akhir pertandingan babak penyisihan Liga 2 Indonesia. Terutama setelah kemarin Persipura menelan kekalahan dari Persipal Babel United di kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hasil kurang bagus menghiasi perjalanan Persipura di musim ini. Satu fakta tidak sejalan impian atau target manajemen Persipura yang dicanangkan begitu degradasi dua tahun silam.

Setelah sampai pada situasi terburuk saat ini, manajemen dan para asisten pelatih yang ada harus evaluasi tim supaya beberapa laga tersisa harus “sapu bersih” untuk meraih kemenangan bagi tim Persipura agar tetap bertahan di Liga 2 Indonesia.

Baca Juga:  Freeport dan Fakta Kejahatan Kemanusiaan Suku Amungme dan Suku Mimikawee (Bagian 3)

Bagaimanapun, Persipura adalah kita. Sebab hanya tim Persipura yang bisa mengangkat harkat dan martabat masyarakat orang Papua di tanah air Indonesia. Jikalau akhirnya turun kelas ke Liga 3, maka ketua umum Persipura Jayapura harus bertanggungjawab!.

Biar bagaimanapun saya tetap mencintaimu sampai selama-lamanya. Merah Hitam tetap di dada. Apapun yang kau berikan untuk masyarakat Papua, kami tetap kenang hingga akhir hayat.

I love you Persipura.

Ayo, bangkit. Bangkitlah Persipura. Ko pasti bisa!.

Suara tangisan anak negeri yang merindukan tim kebanggaan masyarakat Papua harus kembali berjaya seperti dulu. (*)

Terkini

Populer Minggu Ini:

Adakah Ruang Ekonomi Rakyat Dalam Keputusan Politik?

0
Kekosongan tugas yang menyolok di mata itu harus menjadi tanggung jawab prioritas yang mesti diemban para calon pemimpin yang tengah bergulat merebut kursi parlemen. Dalam urusan dan keputusan-keputusan politik kedepan di masing-masing provinsi dan kabupaten diharapkan sudah bisa menyediakan instrumen kebijakan dan peraturan yang lebih mengutamakan dan menyelamatkan rakyat Papua yang berkutat dengan kegiatan ekonomi kerakyatan di Tanah Papua.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.