Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

0
201

SORONG, SUARAPAPUA.com— Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) Forum Multi Stakeholder untuk Keselamatan jurnalis se-Papua Barat dan Papua Barat Daya di Kota Sorong.

Kegiatan yang dihadiri AJI Jayapura, IJTI Pengda Papua Barat-Papua Barat Daya, PWI Papua Barat Daya, PBHKP, PBH Pers Tanah Papua, dan PPMAN itu dilaksanakan di Kota Sorong pada, Kamis (25/1/2024.

Dalam kesempatan itu jurnalis di Papua Barat dan Papua Barat Daya bersepakat membentuk Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat-Papua Barat Daya (KKJ PB-PBD guna menekan angka kekerasan terhadap jurnalis.

Baca Juga:  Perda MHA Diabaikan, Pemkab Sorong Dinilai Mengkhianati Suku Moi

Koordinator Advokasi AJI Indonesia Erick Tanjung menuturkan, FGD yang melibatkan Multistakeholder ini karena berangkat dari kasus kekerasan menimpa jurnalis di Tanah Papua lebih khususnya di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Selama dua tahun terakhir kekerasan terhadap jurnalis di Papua Barat dan Papua Barat Daya cukup masif terjadi, sehingga kami menginisiasi FGD ini,” ujar Erick.

ads

Erick mengakui, hingga kini pihaknya masih menerima laporan ada yang menghalangi kerja pers, kekerasan fisik, digital, gender, teror dan sebagainya di Tanah Papua, termasuk Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, Pegiat Literasi dan Jurnalis PBD Gelar Deklarasi Pemilu Damai

“Segala peristiwa yang terjadi dan dilaporkan ke bidang advokasi AJI Indonesia, semua itu adalah ancaman serius yang menghambat kebebasan pers di daerah,” katanya.

Nantinya, kata Erick, KKJ PB-PBD akan ikut melakukan pendampingan baik advokasi non litigasi hingga litigasi, sebab lembaga ini juga telah didukung oleh lembaga bantuan hukum yang telah bersedia mengawalnya.

“Ke depan ketika ada serangan, intimidasi, ancaman hingga kekerasan secara fisik terhadap jurnalis di Papua Barat dan Papua Barat Daya, KKJ dan LBH bisa ikut mengawalinya, ” ungkap Erick.

Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireuw dalam kesempatan itu mengatakan keselamatan jurnalis di tanah Papua tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan media tempat seorang wartawan bekerja, namun semua pihak yang terkait.

Baca Juga:  OAP di PBD Sangat Minoritas, MRP PBD Bakal Terbitkan Regulasi

“Diperlukan sinergitas antar multi pihak. Karena itu dengan terbentuknya KKJ PB-PBD ini dapat melindungi dan menyelesaikan persoalan yang dialami jurnalis, ” kata Lucky.

Lucky berharap KKJ PB-PBD dapat mengawal kebebasan pers di dua provinsi ini.

“Kita harap Safwan Ashari Koordinator KKJ PB-PBD bersama pengurus ke depan bisa ikut menjaga dan mengawal iklim pers agar tetap merdeka di dua wilayah ini,” katanya.

Artikel sebelumnyaTPNPB Kodap VIII Intan Jaya Menyatakan Akan Kembali Melakukan Serangan
Artikel berikutnyaSatu Anggota TPNPB Kodap VIII Gugur