Suku Yerisiam Gua Tak Terlibat Aksi Tandingan di Kantor DPRD Nabire

0
2360

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Sekretaris Besar Suku Yerisiam Gua, Robertino Hanebora membantah keras keikutsertaan sukunya dalam aksi massa mendukung rencana pemekaran provinsi Papua Tengah, 5 Juli 2019, di kantor DPRD kabupaten Nabire. 

“Kami tidak terlibat sama sekali dalam aksi tandingan itu. Kalau ada, itu pencatutan nama suku, dan diduga menjadi bemper demi kepentingan mendorong provinsi Papua Tengah,” ujarnya kepada suarapapua.com, Minggu (14/7/2019) kemarin.

Tino menjelaskan, suku Yerisiam Gua menganut sistem komunal dan kolektif, sehingga jika ada hal krusial dan berdampak luas biasanya dibicarakan bersama-sama seluruh komponen masyarakat sebagai pengambilan keputusan.

“Contohnya menyangkut pemekaran, kami harus mengumpulkan seluruh masyarakat dan dewan suku untuk meminta pertimbangan,” tegas Tino.

Aksi mendukung pemekaran provinsi Papua Tengah di kantor DPRD Nabire dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan 6 suku pesisir dan kepulauan di kabupaten Nabire. Aksi demo tersebut dituding aksi tandingan terhadap aksi massa menolak pemekaran provinsi Papua Tengah, Selasa (2/7/2019) lalu.

Baca juga: Ratusan Orang Ikut Aksi Tolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah

Kepala sub suku Waoha, Imanuel Monei menegaskan tak ada keterlibatan masyarakat Yerisiam Gua dalam aksi mendukung pemekaran Papua Tengah.

Imanuel mengaku waktu itu tidak ikut aksi tandingan tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada beberapa saudara dari Yerisiam yang dikatakan terlibat, tetapi bagi pribadi saya tetap tolak pemekaran provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) masyarakat pesisir dan kepulauan di Nabire saat ini dianggap belum siap untuk menerima hadirnya sebuah provinsi baru di kawasan ini. Hal itu merupakan alasan penting bagi suku Yerisiam Gua dengan tegas menolak wacana pemekaran tersebut.

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Markus You