YKKMP Siap Berikan Laporan Penembakan 5 Warga Sipil di Nduga

0
65

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyatakan siap memberikan laporan tentang penembakan lima warga sipil di kampung Ineye, distrik Mbua, kabupaten Nduga, Papua, yang kuburannya ditemukan 20 hari kemudian, 10 Oktober 2019.

Theo Hesegem, direktur eksekutif YKKMP, Senin (21/10/2019) sore, menjelaskan, upaya pencarian yang dilakukan tim advokasi bersama masyarakat berhasil temukan satu kuburan dengan lima jenazah di pinggir jalan raya dekat gua batu gunung Kanbobo, Mbua.

Setelah lima mayat di Iniye digali dan dievakuasi, kata Theo, sebuah laporan sudah disusun yang selanjutnya akan diserahkan ke pihak terkait.

“Saya secara pribadi, lembaga dan atas nama keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada saudara Danrem 172//Praja Wira Yakti dan Dandim 1702/Jayawijaya atas kerja sama yang baik. Semua ini dapat terwujud dan berjalan dengan aman dan lancar dalam proses investigasinya, atau pencarian fakta di tempat kejadian perkara,” bebernya dalam keterangan tertulis.

- Iklan -

Baca Juga: Nduga Berduka Setelah Temukan Lima Mayat Dalam Satu Kuburan

Hesegem akui laporan tentang lima mayat bisa terbit menjadi sebuah dokumen resmi karena kerja sama yang baik antara Danrem dan Dandim yang mana telah memberikan jaminan keamanan dalam proses investigasi di Iniye.

“Sebagai aktivis HAM Papua saya sangat mengharapkan kepada Panglima TNI Republik Indonesia, untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut. Karena dari pengakuan yang diterima bahwa lima warga yang ditembak ada majelis gereja Klasis Iniye,” ujarnya.

Ia menyatakan, kasus tersebut dapat diselesaikan secara transparan dan diketahui publik. “Itu harus supaya memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat Papua pada umumnya,” imbuh Theo.

Baca Juga: Jenazah Tiga Perempuan dan Dua Remaja Ditemukan di Mbua

Sebelumnya, Samuel Tabuni, direktur Papua Language Institute (PLI), membenarkan laporan tertembaknya lima warga Nduga yang kemudian ditemukan dalam satu liang lahat di samping jalan raya.

“Saya sudah terima laporan dari masyarakat saya, tapi mau pastikan agak sulit karena melalui komunikasi kepada TNI dan pemerintah katanya tidak benar. Kemudian tim dari kakak Theo sudah ke lokasi dan buktikan memang ternyata benar,” tandasnya.

Sebagai anak Papua asli Nduga yang juga keluarga korban, Samuel menyesalkan kejadian tersebut. Ia juga berharap, kasus ini diungkap ke publik.

Baca juga: 10 Bulan Mengungsi, 189 Orang Meninggal

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penembakan terjadi pada 21 September 2019 setelah para korban dari Wamena kabupaten Jayawijaya membawa bahan makanan ke Iniye Kabupaten Nduga. Bama diangkut dengan mobil Strada.

Setelah beberapa hari mencari keberadaan lima orang itu, pada 10 Oktober 2019 ditemukan satu kuburan. Saat kuburan digali, ternyata jenazah 3 ibu dan 2 laki-laki dikubur dalam satu lubang yang telah ditutupi rumput dan dedaunan.

Identitas dari lima jenazah itu setelah diverifikasi, diketahui bernama Yuliana Dronggi berusia 35 tahun, Macen Kusumbrue (26), Jelince Bugi (25), Hardius Bugi (15), dan Tolop Bugi (13).

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Markus You