Tokoh Gereja Intan Jaya Minta TNI/Polri dan TPNPB Tidak Korbankan Masyarakat Sipil

0
1785

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Tokoh Gereja Kab. Intan Jaya, Papua menegaskan agar TNI/Polri dan Tentara Pembebeasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tidak mengorbankan masyarakat sipil di kabupaten tersebut.

Saat menghubungi suarapapua.com, tokoh Gereja yang namanya tidak mau dimediak anmenjelaskan, Tokoh Gereja-gereja Kabapaten Intan  Jaya kuatirkan dampak kehadiran TNI dan Polri. Kehadiran mereka dalah menjalankan tugas Negara, tetapi juga kehadiran mereka dapat membuat umat Kristen mengalami kekuatiran dan ketakutan saat merayakan hari natal dan tahun baru.

“Dengan kehadiran mereka kami tidak mau harta benda dan jiwa masyarakat dikorbankan.  Kami mau ketenangan masyarakat tetap aman dan nayama untuk lakukan aktivitas seperti biasa. Ini yang gereja, masyarakat dan pemerintah inginkan,” tegasnya dari Sugapa, Senin (30/12/2019).

Kata dia, gereja tidak melarang dan tidak membatasi karena kehadiran TNI/Polri menjalankan tugas Negara.  Tetapi Gereja-Gereja Kabupaten Intan Jaya meminta agar tidak korbankan masyarakat yang tidak punya apa-apa.

Baca Juga:  Pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Horizontal di Kenyam

“TNI/Polri dan TPNPB mau ambil tempat dan baku kejar dimana pun silahkan. Itu tugas Negara. Tetapi jangan korbankan masyarakat,” tegasnya.

ads

Gereja meminta supaya TNI/Polri maupun TPNPB tidak melakukan tindakan apa pun di  sepanjang areal pemerintahan kabupaten intan jaya yang menjadi tempat di mana masyarakat hidup, tinggal, berkebun dan berburu.

“Silahkan bikin [baku tembak] di tempat yang tidak ada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator GKII Wilayah III Moni dan Pucak, Pdt. Niko Waker kepada suarapapua.com mengatakan, jemaat GKII yang tersebar di Klasis Sugapa dan Hitadipa adalah sekitar 12 ribu. Namun data terbaru bisa dipastikan bertambah, karena data tersebut adalah data lima tahun lalu.

Pdt. Waker kuatirkan akan korban di pihak masyarakat.

“Kami hanya jaga itu masyarakat. Aparat dan TPNPB ini mereka akan korbankan masyakata. Masyarakat akan takut dan lari ke hutan. Kami tidak mau jemaat kami hidup dalam ketakutan. Kami mau jemaat kami hidup damai dan tenang,” katanya.

Baca Juga:  Demi Generasi Bangsa, Kabulkanlah Suara Masyarakat Adat Awyu dan Moi!

Baca Juga: Bupati Intan Jaya: 17 – 27 Desember Tidak Ada Masyarakat Sipil yang Korban

Sebelumnya, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni menyeru agar kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB dan pasukan gabungan TNI/Polri sama-sama menarik diri dari Kabupaten Intan Jaya, Papua.  Penarikan pasukan dari kedua belah pihak itu akan membuat situasi keamanan di Intan Jaya stabil, sehingga masyarakat bisa merayakan Natal dengan tenang.

Menurut Natalis Tabuni, sejak Kabupaten Intan Jaya terbentuk pada tahun 2008, pemerintah daerah dan masyarakat berada dalam keadaan kondusif dan aman, sehingga pembangunan bisa berjalan. Akan tetapi, pada Selasa (17/12/2019) terjadi bentrokan bersenjata antara TPNPB dan TNI/Polri. Kontak senjata itu menewaskan dua prajurit TNI, Letnan Satu EZ Sidabutar dan Sersan Dua R Rizky.

Baca Juga:  Masyarakat Nduga Tertekan Konflik Berkepanjangan, Begini Saran Anggota DPRP

Natalis Tabuni menyesalkan perkembangan situasi keamanan di Intan Jaya itu.

“Akhir-akhir ini terjadi kurang kondusif. Ini membuat mengganggu suasana masa penantian kedatangan sang juru selamat umat manusia, yakni Yesus Kristus. Untuk meningkatkan stabilitas keamanan menjelang pesta Natal 2019 dan menyongsong Tahun Baru 2020, saya minta dengan tegas TPNPB dan TNI/Polri segera tinggalkan Intan Jaya,” ujar Natalis Tabuni kepada Jubi, Jumat, (20/12/2019).

Tabuni juga meminta para pemuda dan pemudi di daerah itu agar tidak terjebak dalam bujukan sesat dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia meminta kepada pimpinan gereja di daerah itu agar memberikan pencerahan kepada umat di masing-masing gereja. Ia berharap umat Kristen nantinya tetap berbondong-bondong mengikuti perayaan Natal 25 Desember 2019.

“[Saya meminta] para Pastor maupun pendeta tetap mendoakan negeri Intan Jaya,. Semoga [situasi keamanan] normal kembali,” ucapnya.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaKNPI Provinsi Papua Siap Gelar Natal Bersama Relawan PON Ke-XX
Artikel berikutnyaPaus Fransiskus Hapus Aturan “Kerahasiaan Kepausan” Terkait Pelecehan Seksual