Soal West Papua, Ketua VFWPA Kecewa dengan Pernyataan Sekjen PBB

1
8127

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Ketua Dewan Kristen Vanuatu dan ketua Asosiasi Papua Merdeka di Vanuatu, Pastor Alan Nafuki, membuat pernyataan di luar gereja Presbiteriannya di taman kemerdekaan Vanutu, Kamis (30/5/2019) kemarin, menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, saat mengunjungi Port Vila beberapa hari lalu.

“Saya berharap Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, menegaskan kepada orang-orang Vanuatu bahwa ia memahami visi Vanuatu agar rakyat West Papua diberikan kebebasan demokratis dari pemerintahan kolonial,” kata Nafuki, Kamis kemarin.

Pastor Nafuki juga meminta PBB untuk mempertimbangkan pendirian Vanuatu. “Namun dia tidak mengatakannya kecuali soal perubahan iklim yang mempengaruhi dunia dan masalah hak asasi manusia bagi bangsa Melanesia di West Papua,” ungkapnya.

Pekan lalu, Pemerintah Vanuatu mengundang Pastor Alan Nafuki selaku ketua Vanuatu Free West Papua Association (VFWPA) secara terbuka untuk mendoakan bendera PBB dan kunjungan Sekjen PBB, António Guterres, pada kunjungan lima jam ke Port Vila, Kamis (18/5/2019).

Ketika ditanya pendapatnya terkait tanggapan Sekjen PBB terhadap pertanyaan media di Papua Barat, Nafuki menjawab, “Menurut pendapat saya, pernyataan Sekretaris Jenderal PBB tentang Papua Barat itu dangkal dan sepertinya dia hanya berbicara untuk menyenangkan Pemerintah Vanuatu.”

Sebagai ketua VFWPA, Nafuki berharap, “Guterres perlu memikirkan kebebasan rakyat Papua Barat meskipun dia lebih fokus pada masalah hak asasi manusia di Papua Barat.”

Pastor Nafuki menyesal tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan António Guterres secara langsung, karena kurangnya waktu dan jadwal yang sibuk selama kunjungan ke Port Vila, dikarenakan kunjungan tersebut adalah yang pertama di wilayah Pasifik.

Nafuki mengatakan, “Saya berharap Guterres mengakui pendirian tegas Vanuatu, agar Papua Barat dibebaskan dari kekuasaan kolonial dan akan bijaksana bagi PBB jika mendengarkan Vanuatu dalam pendirian yang tidak tergoyahkan untuk membantu Papua Barat mendapatkan penentuan nasib sendiri dari Pemerintahan Indonesia.”

“Izinkan saya menambahkan bahwa kedatangannya di sini tidak mengubah hati saya atau komite saya dan semua orang di Vanuatu dari para kepala pemerintah, oposisi, orang-orang dan anak-anak dalam visi kami yang teguh bagi rakyat Papua Barat untuk diberikan hak mereka yang sah dari pemerintahan Indonesia”.

Ia juga mengatakan harapan rakyat dan ‘seruan’ agar PBB mendukung rakyat West Papua dan semua bangsa terjajah lainnya yang tersisa di dunia, belum terjadi.

“Izinkan saya menyatakan kepada dunia bahwa pendirian kami mendukung penentuan nasib sendiri bagi rakyat West Papua dan semua koloni yang tersisa di dunia, akan terus berlanjut terlepas dari apa pun tanggapan yang datang dari luar negeri.”

Lanjut Nafuki, “Sekjen PBB tidak akan mengubah seruan dan fokus kami untuk kebebasan bagi orang-orang Papua yang terjajah serta Kanaky, Tahiti dan Maluku.”

Sebagai seorang Pastor Gereja Kristen, ia mengaku percaya waktu Tuhan untuk memberikan penentuan nasib sendiri kepada orang-orang West Papua.

“Kita harus takut kepada Tuhan bahwa melalui Dia dan hanya Dia, kita dapat menerima kebebasan kita,” ujarnya.

Ditanya apa yang dia fokuskan dalam doanya dalam tugas terbarunya, Nafuki menjawab, “Saya berdoa untuk orang-orang yang berjuang untuk penentuan nasib sendiri dan kepedulian Tuhan bagi mereka yang terkena dampak perubahan iklim.”

Sumber: dailypost.vu
Pewarta: Yance Agapa