Tuntut Bebaskan 10 Aktivis, Ratusan Orang Duduki Polres Ternate Hingga Pagi

0
73

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Setelah aparat kepolisian dari Polresta Ternate membubarkan aksi aktivis dari beberapa organisasi di depan kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin (2/12/2019), ratusan massa menduduki Polresta Ternate menuntut pembebasan 10 orang aktivis yang telah ditangkap.

Ratusan orang dari organisasi tergabung dalam Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis antara lain, SRIKANDI Kota Ternate, GeMPAR – Maluku Utara, PEMBEBASAN Kota Ternate, SEKOLAH CRITIS MALUKU UTARA, SeBUMI Maluku Utara, LPM – Mantra, SMI Kota Ternate, FNKSDA Kota Ternate, CGMD Kota Ternate, Study Fala, Komunitas Marhaen, KPMG Maluku Utara dan Individu Pro Demokrasi.

Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis menduduki Polresta Ternate tuntut 10 orang yang telah ditahan agar dibebaskan dan mengecam keras tindakan represif, kriminalisasi, pembubaran aksi, dan penangkapan 10 aktivis oleh gabungan TNI – POLRI terhadap mahasiswa.

Dalam pernyataan tertulis dari Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis yang diterima media ini menjelaskan, pembungkaman demokrasi kembali terjadi.

“Hak menyampaikan pendapat lagi-lagi diberhangkus. Brutalnya, pemberhangusan demokrasi itu dilakukan didepan kampus Univ. Muhammadiyah Maluku Utara,” tulisnya.

Baca Juga: Peringati Hari Papua Merdeka, 10 Orang Ditangkap di Ternate

Dikatakan, gabungan aparat keamanan TNI-Polri merepresif kawan-kawan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) yang sedang melakukan mimbar aksi menuntut hak penentuan nasib sendiri untuk west Papua dan mendesak untuk dibebaskannya tahanan politik (tapol), pada Senin (2/12/19), didepan UM Malut, kampus B, pada siang tadi.

“Kawan-kawan yang menggelar aksi dipukul, ditendang, diinjak, hingga ada yang hidungnya berdarah dan baju mereka sobek-sobek,” katanya.

Menurut keterangan pihak Polres dari sejumlah rekan-rekan media, ada sekitar 10 orang kawan-kawan yang ditangkap. Lima orang diantaranya belum teridentifikasi nama-nama mereka. Lima orang yang sudah diketahui namanya yang sekarang berada di Polres diantaranya, Arbi (Fri-wp), Harun (Fri-wp), Yudi (Fri-wp), Aken (Fri-wp), dan Iqra (Fri-wp).

“Seluruh massa aksi berjumlah 53 orang, 10 orang ditangkap, dan 16 orang lainnya belum teridentifikasi keberadaan mereka,” ungkap Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis.

Baca Juga: Berita Foto: Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis Duduki Polresta Ternate

Menurut Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis, penangkapan yang disebutkan diatas adalah cerminan buruk demokrasi Indonesia. Represif dan kekerasan bahkan dilakukan secara tidak manusiawi oleh aparat gabungan TNI-Polri.

“Fatalnya, penangkapan itu terjadi di Univ. Muhammadiyah Malut, lingkungan kampus yang sering menjadi marwah bagi mahasiswa pro-demokrasi untuk menyatakan pendapat dan berserikat,” tegasnya.

Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis berpandangan, lingkungan kampus adalah lingkungan akademis, bila TNI-Polri sampai merengsek merepresif mahasiswa di kampus, maka, kualitas demokrasi kita hancur dimakan rayap militerisme. Jika itu dibiarkan terus menerus, bisa dibayangkan, apapun yang bertentangan dengan kepentingan TNI-Polri, maka biarpun di kampus, mereka dengan seenaknya masuk membombardir situasi.

Dengan kejadian ini, penangkapan aktivis pro-demokrasi tersebut, Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis meminta dukungan dari seluruh mahasiswa Indonesia.

“Kami meminta solidaritas kepada seluruh mahasiswa di Indonesia dan khususnya di Maluku Utara, Ternate, agar bersama-sama mendesak pihak Polres Ternate, untuk segera bebaskan 10 kawan-kawan kami yang ditangkap, Stop militerisme di Kampus, Hak berserikat dan menyampaikan pendapat adalah hak, stop pembungkaman!,  Tolak TNI-Polri keliaran di lingkungan kampus dan  meminta untuk menindak dengan tegas aparat gabungan yang menindak mahasiswa secara represif,” Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis.

Dari beberapa foto yang tersebar di jejaring sosial terlihat puluhan orang dari Solidaritas Pembebasan 10 Aktivis menduduki Polresta Ternate hingga subu menjelang pagi.

REDAKSI