Dinkes Yahukimo Sigap Atasi Kondisi di Distrik Bomela

0
1252

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Yahukimo sigap terhadap laporan adanya kematian warga distrik Bomela sejak beberapa waktu lalu.

Suhayatno, kepala Dinkes kabupaten Yahukimo, mengatakan, pihaknya siap membantu masyarakat dari beberapa kampung di distrik Bomela, yang dikabarkan menderita sakit bahkan meninggal dunia.

“Ya, kami respon cepat dengan membentuk tim dan langsung ke lapangan. Tim melayani pengobatan warga di perkampungan. Bagaimana kondisi, apa penyakitnya dan lain-lain, sedang kami menunggu laporan dan data lengkap. Intinya, kami siap membantu apapun yang dibutuhkan terkait kondisi kesehatan warga di distrik Bomela,” jelasnya kepada wartawan.

Ia akui laporan kondisi kesehatan masyarakat di distrik Bomela, awalnya diterima oleh stafnya. Hal itu langsung disikapi dengan mengirim bantuan berupa obat-obatan dan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan pada hari Rabu (19/6/2019).

Baca juga: 13 Orang di Bomela, Kabupaten Yahukimo, Meninggal

Soal kematian warga Bomela, pihaknya mendapat informasi bahwa meninggalnya tidak bersamaan. Untuk itu, penyebabnya perlu diselidiki jenis penyakit dan hal terkait lain.

“Kami sudah menerima laporan dari kader di distrik Bomela, yang meninggal itu bervariasi dan jumlahnya lima orang. Terus meninggalnya tidak serentak. Ada beberapa lagi yang memang masih sakit, dan itu jelas butuh pengobatan,” lanjutnya.

Meski baru bertugas tiga bulan, ia akui cuaca di Yahukimo kadang tidak bersahabat, apalagi menjangkau Bomela hanya dengan penerbangan pesawat berbadan kecil, dan jarak antara satu kampung dengan kampung lain cukup berjauhan, sehingga semua pihak diminta mendukung dalam doa agar pelayanan bisa berjalan dengan lancar.

Pemerintah daerah dalam hal ini bupati, menurut Suhayatno, mendukung upaya Dinkes menyikapi laporan dari distrik Bomela.

“Kami sudah koordinasi dengan bupati dan semua pihak terkait,” imbuhnya.

Baca juga: Dinkes Yahukimo Diminta Segera Tagani Masyarakat Distrik Bomela

Mencuatnya informasi mengenai buruknya kondisi kesehatan masyarakat dari beberapa kampung di distrik Bomela, berawal dari laporan Yawal Balyo, tenaga kesehatan dari Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia (Yakpesmi) dari Wamena sepulang dari Bomela, Kamis (13/6/2019) lalu.

Kata Yawal, selain banyaknya pasien yang butuh pengobatan, 13 orang meninggal dunia. 6 orang dari kampung Kitikini, 5 orang dari Kubiyalar dan 2 lainnya dari kampung Balamdua. Belum termasuk dari kampung lain.

Meninggalnya 13 orang itu menurut Yawal, setelah menderita sakit cukup lama tanpa ada pengobatan apalagi di sana tak ada petugas kesehatan.

Baca juga: IS-UKAM Sudah Mendata Orang Meninggal di Bomela

Hal itu juga dibenarkan Panuel Maling, sekretaris Ikatan Suku Besar Una, Kopkaka, Arumtap, Arupkor, Mamkot, Momuna (IS-UKAM), saat dihubungi suarapapua.com melalui telepon seluler dari Dekai, Rabu (19/6/2019) lalu.

Menurutnya, melalui pimpinan Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) kabupaten Yahukimo, staf Yakpemsi telah menyampaikan informasi tentang kondisi dan jumlah orang sakit serta yang meninggal sejak beberapa waktu lalu.

“Kami mendata jumlah orang meninggal di distrik Bomela. Datanya sudah kami serahkan ke sekretaris Dinkes kabupaten Yahukimo,” kata Panuel.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Markus You