Bupati Nabire Wajibkan Tiap Kampung Bangun Posko Covid-19

0
1670

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Pemerintah distrik, kelurahan dan kampung di kabupaten Nabire diinstruksikan segera bikin posko pencegahan Covid-19.

Instruksi ini merupakan satu keputusan Bupati Nabire menyusul adanya tiga orang positif terinfeksi virus Corona dan penetapan status tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nabire.

Dengan tiga orang positif Covid-19 yang sedang dirawat di RSUD Nabire, Isaias Douw minta semua pihak harus bertanggungjawab untuk memutuskan rantai penularannya. Termasuk pemerintah kampung dan kelurahan harus bangun posko Covid-19 dengan melibatkan semua stakeholders yang secara aktif bertugas di posko dan tiap saat mengawasi keluar masuk warga, termasuk tamu dari kampung ataupun daerah lain.

Isaias telah memerintahkan langsung para kepala distrik, lurah dan kepala kampung dalam rapat yang diadakan Rabu (22/4/2020) untuk sosialisasikan Keputusan Bupati Nabire Nomor 440/802/SET tentang peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nabire sekaligus mensinergikan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan bencana non-alam Covid-19 di Kabupaten Nabire.

“Keputusan ini harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat. Kami sudah tetapkan tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nabire. Tanggap darurat berlaku sampai tanggal 6 Mei 2020. Untuk itu, para kepala distrik, lurah dan kepala kampung wajib sosialisasikan agar semua warga patuhi keputusan ini,” tuturnya.

ads

Baca Juga: Tiga ODP Positif Covid-19, Pemkab Nabire Nyatakan Tanggap Darurat

Sejumlah ketentuan telah dibeberkan dalam Keputusan Bupati, salah satunya ancaman bagi orang atau tempat usaha maupun siapa saja yang tak patuh.

“Saya perintahkan aparat keamanan, tindak tegas kepada siapapun yang tidak mau patuhi,” ujar Isaias.

Selain tugas pengawasan dan pendataan warga, posko juga wajib sediakan tempat cuci tangan dan sabun antiseptik.

Baca Juga:  Beberapa Tuntutan TPNPB OPM Kodap VIII Intan Jaya

“Begitu keluar ataupun masuk, orang harus cuci tangan. Ini tujuannya mencegah tertularnya virus Corona,” lanjutnya.

Baca Juga: Kepala Distrik Yaur Palang Jalan Trans Nabire – Wasior

Untuk mendukung posko di kampung dan kelurahan, Isaias memerintahkan dananya dipakai dari dana desa agar memenuhi semua kebutuhan posko termasuk makan dan minum jika ada warga terdeteksi.

“Intinya, dana kampung dialihkan untuk penanganan Covid-19,” katanya.

Dana kampung dari kabupaten maupun pusat, jelas Douw, dipakai warga setempat untuk memenuhi kebutuhan selama tinggal di rumah. Katanya, dalam waktu dekat petunjuk teknisnya akan diatur oleh dinas teknis.

Baca Juga: Keluarga Tiga Pasien Covid-19 di Nabire Diminta Kooperatif

Selain dibagikan, diminta alokasikan juga untuk memenuhi kebutuhan posko antara lain buat tempat cuci tangan, belanja sabun, dan lainnya.

“Dana harus diatur baik agar upaya pencegahan terhadap Covid-19 benar-benar dilakukan dengan maksimal dan tidak ada lagi penambahan kasus positif,” harapnya sembari menambahkan, bencana non-alam ini tak dapat dipastikan kapan akan berakhir.

Selama sebulan ini Isaias Douw mengaku tiap hari pantau kondisi di RSUD maupun kota Nabire secara umum. Selain itu, komunikasi terus dibangun bersama semua stakeholders. Ia berharap, tim Gugus Tugas didukung TNI dan Polri serta semua pihak tetap bekerjasama agar virus ini tak meluas.

Baca Juga: SAC Desak Pemkab Nabire Perketat Aturan Hadapi Covid-19

Sementara itu, Sekda Nabire, Daniel Maipon, menekankan, para kepala distrik, lurah dan kepala kampung agar menindaklanjuti sejumlah keputusan mengenai penambahan masa pembatasan sosial yang ditetapkan dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire, sehari sebelumnya, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga:  YAPMI Berikan Sarana Air Bersih Bagi Warga Distrik Agandugume dan Lambewi

Hasil dari rapat Forkopimda itu, kata dia, selanjutnya telah dirumuskan dalam Keputusan Bupati yang telah diedarkan ke semua pihak. Keputusan tersebut terkait peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nabire.

“Sesuai perintah bapak bupati, seluruh kepala distrik, lurah dan kepala kampung telah ditugaskan bahwa mulai hari Rabu tanggal 22 April 2020 harus sosialisasikan keputusan bupati ini kepada seluruh masyarakat di kabupaten Nabire,” ujar Daniel.

Baca Juga: Ratusan Warga Nabire Tempuh 33 Jam dari Manokwari

Untuk itu, para kepala distrik, lurah dan kepala kampung beserta perangkatnya diperintahkan segera kembali ke tempat tugas agar menjaga daerah dan rakyatnya terhindar dari ancaman Covid-19.

Sekda berharap, sebagian besar distrik yang masih aman, tetap dipertahankan hingga masa pandemi berakhir.

“Pemerintah daerah kembali menegaskan bahwa semua orang harus patuhi Keputusan Bupati Nabire. Ini demi keselamatan kita semua.”

Dengan begitu, upaya pemutusan rantai penyebaran dan penularan Covid-19 bisa tercapai. Sebab, data sementara, tiga orang positif, tetapi boleh jadi akan bertambah seiring dengan kontak fisik selama beberapa hari sejak tiba di rumah dari Manokwari.

Baca Juga: Belasan Orang Tiba di Nabire Menambah Kepanikan

Menurut dr. Frans Sayori, juru bicara Covid-19 Nabire, beberapa hari lalu terdapat 35 orang dengan hasil tes cepat reaktif yang sementara menunggu hasil tes realtime Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memastikan hasil akhir di Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Provinsi Papua.

Spesimen swab 35 orang dengan hasil tes cepat reaktif itu, kata Sayori, telah dikirimkan ke Jayapura pada Jumat (24/4/2020).

Diakuinya, dari dua kali tes cepat atau rapid test, terdapat 22 orang dan ditambah 13 orang yang telah kontak erat dengan tiga pasien positif Covid-19. Sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Jayapura, kondisi umum 35 orang itu memiliki gejala sakit ringan.

Baca Juga:  Illegal Logging Masih Marak di Mimika, John NR Gobai: Masyarakat Dapat Apa?

Pun dengan kondisi tiga pasien positif Covid-19, kata Sayori, sejauh ini makin membaik dan masih menjalani perawatan di RSUD Nabire.

Tiga pasien positif Covid-19 itu diketahui warga dari distrik Makimi, Nabire, dan Wanggar.

Sebagian besar dari 35 orang dengan hasil tes cepat reaktif, dipastikan dari cluster penularan Gowa, provinsi Sulawesi Selatan.

Data dari Gugus Tugas Covid-19 Nabire, hingga Minggu (27/4/2020) kemarin, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Nabire sebanyak 38 orang. Dari jumlah itu, 27 ODP dari distrik Nabire. Empat ODP dari distrik Teluk Kimi, tiga ODP dari distrik Wanggar, dua ODP dari distrik Makimi, dan dua lagi dari distrik Nabire Barat.

Baca Juga: Update 26 April: 142 Orang Positif Corona di Papua

Dokter Sayori menerangkan, dengan penambahan 200 paket alat pelindung diri (APD) di RSUD Nabire dan 300 lainnya untuk Dinas Kesehatan Nabire, pemeriksaan akan dilanjutkan.

Target pertama dari tim Satgas Covid-19 Nabire, hari ini dan besok sebanyak 100 orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif serta orang dengan hasil tes cepat reaktif akan menjalani tes cepat Covid-19.

“Tes cepat ini sangat penting untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Diketahui, 500 paket APD itu diangkut pesawat Casa dari bandar udara Sentani, kabupaten Jayapura, Jumat (24/4/2020). Juga, termasuk tambahan alat rapid test serta obat-obatan.

Pewarta: Markus You

Artikel sebelumnyaPastor Marthen Kuayo: Selain Bagi Uang dan Beras, Pemerintah Juga Harus Bagi Alat Kerja
Artikel berikutnyaUmat Keuskupan Timika Diimbau untuk Berkebun